ISLAMIC SOCIOPRENEUR DEVELOPMENT PROGRAM

Yogyakarta, 27 Desemeber 2018

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Semoga keselamatan dan rahmat Allah serta keberkahannya terlimpah kepada kalian.

 

Hari ini adalah hari kamis di pekan pertama liburan akhir semester ganjil. Artinya, hari ini sudah satu semester sejak tulisan pertama saya dipublikasikan di blog ini (yang isinya drama sekali huhuhu). Saya sebentar lagi akan masuk ke semester enam. Kesibukan teman-teman yang mulai menjadi asisten di lab, purna kepengurusan organisasi fakultas dan sibuk mengurusi tim KKN (Kuliah Kerja Nyata) benar-benar menyadarkan saya bahwa saya sudah mulai memasuki semester lanjut perkuliahan. Iya, saya sudah jadi mahasiswa tua. Seneng sih, tapi sedih juga, hehehe.

Menelisik balik apa yang sudah saya lalui selama lima semester ini, ternyata banyak sekali karunia yang telah Allah berikan kepada saya. Salah satunya, pengalaman untuk menjadi bagian dari keluarga ISDP (Islamic Sociopreneur Development Program), sebuah program beasiswa yang saya ikuti sejak semester empat. Program beasiswa yang InsyaaAllaah akan membawa keberkahan bukan hanya bagi penerima dan pemberi manfaat, namun sungguh jauh lebih luas dari itu. Mau saya ceritakan? Maaf agak panjang, semoga kamu tidak bosan yaaa hehehe.

Semua dimulai tepat setahun yang lalu, saat liburan akhir semester ganjil di bulan Desember tahun 2017. Saya mengunjungi gedung Subdirektorat Pengembangan Karakter Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan UGM di Jalan Asem Kranji untuk menyerahkan laporan pertanggungjawaban PMW (Program Mahasiswa Wirausaha) yang kegiatannya telah saya ikuti selama hampir setahun lamanya. Setibanya disana, pandangan saya terhenti pada sebuah poster yang tertempel di dekat pintu kaca. Poster tentang program beasiswa yang menawarkan uang pembinaan, pembimbingan bisnis, modal bisnis dan bimbingan keIslaman. Beasiswa itu bernama ISDP (Islamic Sociopreneur Development Program) yang diberikan oleh LAZNAS BSM dan Bank Syariah Mandiri.

Saya yang memang sejak kecil sudah suka berjualan mulai dari berjualan binder, jajan, pulsa hingga kerudung seketika merasa sangat tertarik. Bukankah program ini merupakan sebuah paket lengkap untuk mencetak pengusaha-pengusaha muslim? Apalagi syarat mendaftar beasiswa ini antara lain mahasiswa pendaftar harus memiliki bisnis yang bernilai sosial atau bahasa kerennya “Sociopreneur”. MasyaaAllaah. Saya ingin sekali mendaftar, siapa tahu melalui program ini saya bisa mendapatkan banyak ilmu yang bisa saya sebarkan kebermanfaatannya di kemudian hari. namun ternyata ISDP mensyaratkan pendaftar adalah mahasiswa semester lima. Saya yang kala itu masih semester tiga (mau naik semester empat) bisa apa? Saya akhirnya hanya memotret poster tersebut untuk saya bagikan ke kakak-kakak tingkat saya sambil bertekad dalam hati “semoga tahun depan saya bisa lolos beasiswa itu. Aamiin.”.

 

Poster-Laznas-BSM.jpg

 

Tahun sudah berganti, Januari 2018 sepertinya, poster itu muncul lagi. Kali ini poster tersebut dibagikan oleh seorang kakak tingkat di sebuah grup. Bukan hanya sekali, bukan hanya sehari, namun berkali-kali dan berhari-hari. Saya tak acuh, toh saya tidak bisa mendaftar karena masih “kurang umur”. Beberapa hari kemudian ada sebuah pesan dari nomor yang di kemudian hari saya ketahui adalah nomor Mas Adit dari LAZNAS BSM. Nomor tersebut menginformasikan tentang program ISDP dan mengajak alumni PMW UGM untuk mendaftar. Saya kemudian iseng bertanya apakah boleh jika mahasiswa semester empat mendaftar? Ternyata boleh!

MasyaaAllaah Alhamdulillah. Puji syukur kepada Allah yang menggerakkan hati dan jari saya untuk “iseng” bertanya sehingga saya tahu bahwa saya boleh mendaftar. Saya kemudian langsung mencari tahu lebih lanjut mekanisme pendaftaran, mengisi formulir, membuat proposal, menyiapkan berkas dan mendaftar workshop. Salah satu berkas yang harus dikumpul yaitu proposal BMC (Business Model Canvas). Saya tidak pernah mendapat kuliah tentang BMC sebelumnya. Tapi tahukah kamu bagaimana indahnya skenario Allah? Setahun sebelumnya saya pernah “iseng” mampir ke toko buku membeli sebuah buku diskonan yang berjudul “Bisnis Model Kanvas Distributor”. Buku itu baru saya baca sedikit karena kemudian saya bosan membacanya (hehehe). Namun ternyata, setahun kemudian buku itu sungguh berguna. Iya, saya akhirnya membuat proposal BMC bermodalkan buku tersebut. MasyaaAllaah Alhamdulillah. Puji syukur kembali terucap kepada Allah yang menggerakkan hati, kaki, mata dan tangan saya untuk akhirnya membeli buku tersebut walaupun belum tahu mau dipakai untuk apa saat itu.

 

1227092.jpg

 

Bisnis yang saya angkat adalah “Dzulkhija” (diambil dari nama belakang saya hehehe), bisnis hijab yang memberdayakan tukang vermak dengan harapan suatu saat jika bisnis tersebut berkembang maka kesejahteraan para tukang vermak juga akan meningkat. Bisnis tersebut sebenarnya juga berawal dari keisengan saya membuat jilbab sendiri karena jilbab di pasaran saya rasa harganya terlalu mahal dan kualitas serta ukurannya kurang cocok dengan selera saya. Singkat cerita, Alhamdulillah saya diterima di ISDP bersama dengan 24 orang mahasiswa lain. Bisnis yang mereka angkat pun sangat beragam mulai dari susu, batik, keripik, hingga kerajinan kulit yang semuanya bersifat memberdayakan masyarakat.

 

DSCF6536.JPG

 

Di ISDP kami diajari tentang banyak hal mulai dari apa itu sociopreneur, membuat business plan, BMC, manajemen keuangan, pemasaran bahkan hingga packaging dan latihan jurnalistik. Kami juga diberi pembinaan keislaman tentang akidah, bagaimana Rasulullah dalam berbisnis hingga bagaimana menjadi pengusaha muslim yang baik. Sungguh, ISDP benar-benar merupakan paket yang lengkap jika kita mau sungguh-sungguh berproses didalamnya.

Sekarang, sudah hampir satu tahun sejak saya resmi menjadi bagian dari keluarga ISDP. Mengenal Bu Lia, Pak Iqbal, Mas Adit dan seluruh jajaran LAZNAS BSM serta teman-teman ISDP dengan segala niat baiknya untuk menjadi insan yang bermanfaat merupakan rezeki yang tak ternilai bagi saya. Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan kami. Sungguh, satu lagi bukti betapa romantisnya Allah dalam mengatur jalan hidup kita. Siapa yang sangka buku yang iseng dibeli, jilbab yang iseng dibuat sendiri, pengumpulan LPJ yang “terpaksa” saya lakukan sendiri karena semua teman se-tim saya tidak sedang di Jogja saat itu, hingga pertanyaan iseng yang seharusnya sudah jelas jawabannya di poster, ternyata mengantarkan saya untuk bertemu dengan sahabat dan keluarga baru ini. Januari nanti, kami akan magang. Doakan, semoga lebih banyak lagi ilmu yang bisa dituai, kebermanfaatan yang bisa disemai.

 

Btw, doa yang saya panjatkan tentang tahun depan lolos ISDP ternyata terkabul loh :”)

 

_MG_2045.JPG

 

“Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, ‘Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali perlindungan-Ku.” (HR. Muslim).

Tinggalkan komentar